Tiap tidurku kini diisi dengan mimpi
Seribu mimpi yang tak pernah kuinginkan
Datang begitu saja
Bertubi-tubi…
Igauan yang tak pernah ada
Kini seakan menjadi bagian dari tidurku…
sepertinya sulit sekali untuk menulis
serasa semua tulisanku telah menyatu dengannya
dia seperti apa yg kutulis
dia seperti apa yang aku inginkan
Tenggelam dari sebuah danau yang tenang
dan menjadi salah satu bagian darinya
danau yang dalam hingga tak ada gelombang
menyelam dan terus tenggelam
aku menyelam atau tenggelam
jika aku menyelam seharusnya kudapat berpijak kembali keatas
jika tenggelam maka berakhirlah hidupku sampai sini
aku ingin menyelam
Setelah duri terinjak
Setelah lubang lubang menjerembab
dan setelah kaki berpijak meninggalkan telapak
mengakui setiap umur yang bertambah
asam garam yang mengikat
pahit manis yang merekat
dimanakah itu akan memuncak
mereka bilang tua itu pasti
dan
dewasa itu pilihan
lalu apakah setiap kisah yang dijalani telah menentukan pilihan?
bertambah tua atau pilih dewasa !!
Kemarin boleh saja aku hanya orang biasa
yang akan hidup apa adanya
Kemarin boleh saja hidupku hanya mengalir
bak seperti air mangalir
Kali ini aku tak ingin lagi berpasrah diri
Sebelum usaha sempurnaku terbukti
Kali ini aku tak ingin lagi hanya mensyukuri
Tanpa mengerti kata syukur itu sendiri
Aku ingin mengejar mimpi
Walau itu masih misteri
Aku yakin ku punya potensi
Tuk kejar mimpi-mimpi
Walau tak lagi disini
Hari ini senang sekali lihat tawanya yang lebar
Seakan bergemuruh lalu getarkan hati
Gayanya yang lucu membuat hatiku terpingkal
Indah sekali dunianya
dunia tanpa tekanan
Ingin kujaga terus senyum itu
Lalu cerialah seceria duniamu…
Tuk sadarkan dunia yang termenung
Senyum untuk adik-adik kecilku..